AKU BUKAN WANITA SUPER !
Diposting oleh
ichaoachi
on Jumat, 25 Juni 2010
/
Comments: (0)
AKU , hanya seorang wanita yang dìciptakan ke dunia dgn kelebihan dan kekuranganku. AKU tak akan melihat kekurangan itu suatu hal yg fatal. AKU bisa menangis karna putus cinta, AKU bisa tertawa jika ku benar2 bahagia. AKU bukan 100% wanita kuat, bukan wanita super, sering terjatuh dan lama untuk berdiri lagi. tapi AKU berusaha menjadi wanita yang beda karena kekurangan karena sebuah ketidak sempurnaan itu unik .
KAPAN BePe (Bambang Pamungkas) JADI PEMAIN BULUTANGKIS??
Diposting oleh
ichaoachi
on Kamis, 24 Juni 2010
/
Comments: (0)
>>>>> 
Bambang Pamungkas jadi pegang raket?? gimana ceritanya??
Tadi malam, Saya, wulan, hesti dan elma lagi kumpul dan bercengkrama di kamarku sambil nonton pertandingan bola antara Portugal vs Korea Utara. Asyik-asyik ngobrol, saya iseng-iseng buka majalah BOLA yang saya beli mahal sekali. Hmm. Di dalam majalah itu banyak terpampang foto-foto pemain bola yang gantengnya di atas rata-rata. Hehe. Gonzalo Higuain, Kaka, Beckham, David Villa dan Messi contohnya.
Nah, si elma juga ikut-ikut baca majalah itu dan bertanya pada Saya.
“Cha, pemain bola dari Indonesia itu sapa ajah sih??”
Saya menjawab dengan entengnya.
“Ada BP, Budi Sudarsono, Markus Horison, Alamsyah…..”
Belum selesai Saya menyebutkan satu persatu pemain bola dari Indonesia, Elma nyeletuk.
“Heh, bukannya BP itu pemain Bulutangkis????”
Saya, Hesti dan Wulan diam dan sempat shock. “Haaaa????”
Suasana menggelegar seketika di kamar kostku malam itu. Sumpah pecah banget. Hehehe. Padahal di lantai dua, mbak-mbak yang mayoritas anak ekonomi yang tengah menjalani UAS, mungkin pada terganggu dan geram pengen jitak kali yah. Hmm. Secara ya, kapan BP banting setir jadi pemain bulutangkis gitu?? Anak SD ajah paham, kalo BP itu pemain bola dari Indonesia bernomor punggung 20. Hahaha.
Coba bayangin deh, BP yang lihai ngejar bola jadi pegang raket kaya gitu. Dan itu yang membuat suasana pecah menggelegar, imajinasinya terlalu tinggi. Hehe.
But, itu semua yang buat malam kita jadi nggak garing kaya kerupuk. Jadi lucu merah meriah euy. Thanks Elma yang udah jadi orang lugu, selugu-lugunya orang yang bener-bener nggak paham BP. Hehe.
MY DREAM COME TRUE SOON !!
Diposting oleh
ichaoachi
/
Comments: (0)
MY DREAM COME TRUE SOON !!
Beberapa malam yang lalu saya terbangun pukul 01.00 WIB dini hari, sengaja bangun jam segitu karena mau nonton bola sih, Spanyol maen dan David Villa sang pujaan jadi man of the match-nya. Cakep deh.
Setelah pertandingan 90 menit itu selesai, saya putuskan untuk tidur. Nah, di dalam alam tidur saya, saya menemukan sebuah mimpi yang sangat indah dan mimpi kelanjutan dari salah seorang temen saya yang bernama Wulan yang secara tidak sengaja mimpi kita sama membahas dua objek yaitu SAYA dan MR.B . So sweet nggak seh?? Tapi kesannya lebayyy gitu soalnya kebawa mpe sekarang buka mata dan merasa mimpi itu beneran. Hahaha..
Gimana ya?? Sulit untuk menceritakan mimpi itu karena begitu rumit dan sangat tidak dipercaya. Tapi, biasanya sih, mimpinya bagus di kenyataannya jadi jelek. Oh, tidaaaaakkk !! Jangan !!
Yah, saya berharap mimpi itu akan menjadi kenyataan dan indah pada waktunya. Amien ..
:)
Beberapa malam yang lalu saya terbangun pukul 01.00 WIB dini hari, sengaja bangun jam segitu karena mau nonton bola sih, Spanyol maen dan David Villa sang pujaan jadi man of the match-nya. Cakep deh.
Setelah pertandingan 90 menit itu selesai, saya putuskan untuk tidur. Nah, di dalam alam tidur saya, saya menemukan sebuah mimpi yang sangat indah dan mimpi kelanjutan dari salah seorang temen saya yang bernama Wulan yang secara tidak sengaja mimpi kita sama membahas dua objek yaitu SAYA dan MR.B . So sweet nggak seh?? Tapi kesannya lebayyy gitu soalnya kebawa mpe sekarang buka mata dan merasa mimpi itu beneran. Hahaha..
Gimana ya?? Sulit untuk menceritakan mimpi itu karena begitu rumit dan sangat tidak dipercaya. Tapi, biasanya sih, mimpinya bagus di kenyataannya jadi jelek. Oh, tidaaaaakkk !! Jangan !!
Yah, saya berharap mimpi itu akan menjadi kenyataan dan indah pada waktunya. Amien ..
:)
-TOLAH PINGKAH TELONERS-
Diposting oleh
ichaoachi
on Minggu, 20 Juni 2010
/
Comments: (0)

Teloners , yang mendengar kata-kata itu mungkin sedikit aneh dan bingung. Sejenis ubi-ubiankah?? atau sejenis makhluk dari planet merkurius, venus atau mars ??
Well, kita bongkar dan kita obrak-abrik nama TELONERS ituu .. hahaha ..
TELONERS = TELO + NERS , artinya adalah telo itu dalam bahasa Jawa itu artinya ubi-ubian dan ners itu kumpulan jadi TELONERS itu mempunyai arti kumpulan ubi-ubian. Jiahh, maksa banget. Heehe.
Bercanda teman-teman sekalian, TELONERS itu nama dari kumpulan 9 ekor anak manusia yang rame-rame kuliah di jurusan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2009. Mengapa dipilih kata TELONERS?? Konon katanya itu hanya iseng-iseng belaka karena TELO itu mengandung arti yang unik di telinga anak-anak yang belum pernah mendengarnya.
TELO yang dihuni oleh Icha (saya), Hesti, Wulan, Candra, Ana, Tia, Putri, Christin dan Atul ini adalah contoh dari mahasiswa yang konsisten. Kuliah, kuliah. Bolos, bolos. Futsal ya futsal. Tapi daripada kuliah lebih sering kegiatan di luar kampus deh. Hahaha. Alias nongkrong plus ngegosip (astajiim, dosanya numpuk gila.. ) Hmm.
Penyakit yang sudah akut yang diderita anak TELO adalah narsisiolius atau NARSISSSSS !!!
everywhere, everytime, narsis maju terus pantang mundur (kalo mundur nabrak soalnya. Hehe)...
*Gambar2 diatas adalah koleksi foto2 TELO yang sebagian belum semuanyaaaa...
PITU, TUJUH, SEVEN
Diposting oleh
ichaoachi
/
Comments: (0)

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. 8, 9, 10 dst . Dari angka-angka tersebut yang menurut saya yang mempunyai nilai lebih di mata saya adalah angka 7. Konon katanya icha (saya sendiri.red) angka 7 itu mempunyai nilai yang lebih daripada angka lain . Lihat angka 7 itu serasa lihat uang 10 milyar . Jadi, kalo ketemu saya, nggak usah ngasih duit 10 milyar cukup angka 7 saja .
Angka 7 itu terkenal sebagai “the lucky number”, bagi siapa yang megang angka tujuh, pasti akan beruntung, begitulah kiranya. Sejak saya mengenal angka, kurang lebih 15 tahun yang lalu, feeling saya langsung tertuju ke angka 7. Angka yang unik penuh misteri dan keberuntungan. Saya jika disuruh memilih angka 1 dan 7 tapi lebih condong ke angka 7 karena nggak tahu deh, kuat banget gitu instingnya. Angka 7 porepaa ..
Dan saat saya mengenal pertandingan bola kira-kira 8 tahun yang lalu, saya langsung tertuju kepada pemain yang bernomor punggung 7, contoh Raul Gonzales dari Spanyol dan sejak tahun 2006 saya tetap mengagumi malah semakin mengagumi pemain bola bernomor punggung 7 karena identik dengan ketampanannya menurut pengamatan dan penelitian saya. Heehe. Terutama sekarang yang sedang dalam pengincaran saya adalah David Beckham dari Inggris, Cristiano Ronaldo dari Portugal (agak memaksakan kehendak sedikit), Bastian Schweinsteiger dari Jerman dan David Villa dari Spanyol yang kini sama-sama tengah memakai nomor punggung 7.
Terlepas dari itu, angka 7 adalah tetap angka keberuntungan meskipun saya nggak tahu kenapa bisa dijuluki sebagai angka keberuntungan itu, saya masih dan akan selalu mengidolakan dan akan menyukai angka 7 selalu dan selalu.
7, nggak ada matinya cuyyyy…
"HULA-HULAKUU .. "
Diposting oleh
ichaoachi
on Sabtu, 19 Juni 2010
/
Comments: (0)
KEMENANGAN FUDSAL ANTAR JURUSAN FSSR
JUAL MIE AYAM SEKARANG
.jpg)
NYARI IKAN DI KOLAM KOTA PONOROGO

MAENAN LILIN .. KESANNYA KAYA NGAPAIN GITU YAA !!
yaaa , ini tentang penulis , pepunya blog ini dan perusak blog ini . suka dipanggil ICHA ANAK INDONESIA dan ICHA ANAK PONOROGO . Bangga !! Tapi kepanjangan , asli kepanjangan . Singkat ajahlah ICHA ditambahi IMUT juga gak papa .. hhe ..
Icha itu terkenal banyak hula , atau banyak ulah .
karena disebut-sebut tuna grahita ma temen2 ??
(sooo , tega banget emang temen2ku itu ... astajim ) ..
Yang penting icha tetep icha yang bisa dikatakan suhunya di bawah normal . haha .
CURHAT YANG MAKSAAAA !!!
Diposting oleh
ichaoachi
/
Comments: (0)
1. ICHA
Icha adalah seorang cewek berumur 18 tahun. Dia seorang mahasiswa aktif. Saking aktifnya, kegiatan apapun Dia ikuti. Dari teater, Marching Band, perkumpulan mahasiswa dan masih banyak lagi yang lainnya. Udah kaya orang gila kalo kecapekan gara-gara ikut kegiatan yang bikin penyakit capek itu kambuh. Hoho.
Dia sekarang kuliah di jurusan Sastra Indonesia semester satu di salah satu Universitas di daerah Jawa Tengah. Nggak tahu kenapa masuk Sastra Indonesia, kesasar iya, kepengen sih mungkin 50% doank, yang paling penting jiwanya dapet disini, Sastra!! Icha itu seorang anak kost yang demen banget browsing internet, biasa anak muda sekarang kan kalo nggak punya pesbuk belum gaul gitulah.
Icha anak ketiga dari tiga bersaudara. Udah paling bontotlah, paling cerewet, paling aneh di keluarga. Beda sama kakaknya. Paling berambisi dan penyemangat gitu. Icha doyan banget ngupil, kalo uda ngupil, aktivitas yang lain mungkin akan dibuang begitu saja. Ngupil itu indah. (Haah, serius??) Ada lagi yang paling Icha nggak lupain. Bersihin komedo!! Entah itu komedonya sendiri kek, punya temen satu kost kek atau punya tetangga, nggak peduli, yang penting basmi komedo sampai ke sarangnya!! Hahaha, kejam tapi mengasyikan.
Hobinya adalah menulis, itu yang utama. Menulis apapun, dimana pun dan kapan pun. Sampai-sampai buku pelajaran penuh dengan puisi-puisi aneh dan nggak nyambungnya. Yang penting menulis. Tapi Icha kalo lagi nulis cerpen nggak asal-asalan tapi penuh perasaan dan dijamin hasil tak mengecewakan, hehehe.. (insya allah). Hobi lainnya yaitu nonton film yang bertema unik. Bosen kalo horor, rasanya film kok genre horor mulu. Nakut-nakutin aja. Hiii.. Plus pembodohan masyarakat pribumi. Dan browsing internet itu yang nggak boleh lupa, update status pesbuk sama nge-wall yang pasti.. (Hahaha)
Meskipun Icha aneh, tapi Dia juga punya seabrek cita-cita. Jadi seorang yang berguna bagi nusa dan bangsa dengan ekisist di dunia jurnalistik. Entah bagaimana caranya, berdoa dan punya niat itu yang selalu menjadi pegangannya. Mempunyai sekolah sastra. Dan keinginanya yang belum kesampaian hingga sekarang adalah ketemu dengan lelaki pujaannya, lelaki impiannya. DAVID VILLA. Satu nama pemain sepak bola ini telah membuatnya jatuh bangun nggak karuan, udah kayak orang gila. Dianya dimana, David Villanya dimana. Hoho. Just Dream lah... Tapi buatnya paling asyik itu lihat olahraga sepak bola kemana-mana.
2. KULIAH ASYIK TAPI BIKIN MUNTAH
Pagi yang sedikit mendung. Icha masih dengan keadaan setengah sadar soalnya nyawanya belum ngumpul 100% membuka matanya pelan-pelan dan melihat ke jam di handphone SE-nya. Dan ternyata udah pukul 06.45. Wah, jam pertama kuliah dosennya disiplin banget neh, nggak lucu donk telat, bisa-bisa dicoret dari absensi neh. (Lebaii dah kalo sampe kaya gitu.. Hehe.) Langsung cabut ke kamar mandi, mandi bebek gitu, nggak pake lama pokoknya terus pake bedak dkk lah, biar kelihatan kalo tadi abis mandi. Hehe. Tanpa sempat mikir sarapan apa, langsung capcus ke kampus ma temen sekostnya yang jurusannya sama. Dengan naik motor berkecepatan 50-60 km/jam icha pergi ke kampus yang kira-kira 2 kilometer dari kost dan temennya cuma bisa berdoa agar selamat sampai tujuan. Huff. Setibanya di kampus Fakultas Sastra, tepatnya di tempat parkir depan gedung I, Icha dan temennya lari pagi gratis karena mengejar waktu dosen dengan mata kuliah fonologi itu menuju ke lantai dua gedung I. Napas mau putus, dada sesak, eee, ternyata kelas belum dibuka dan dosen pun belum datang.
”Ahhhrrggggggg, sial!!”, kata Icha.
Wah lumayan olahraga gratis, tapi cukup buat hati Icha dongkol karena belum sempat sarapan padahal Dia punya penyakit maag. Ckckck.
Masuk kelas dengan MK (Mata Kuliah) fonologi, Icha Cuma bisa denger dosen itu sambil utak-atik handphone, biasa buka opera mini dan langsung update status lah... Dan sambil sesekali ngobrol dengan Rini temen kuliahnya yang kebetulan punya segerombolan yang bernama ”telo”. Nggak ngerti juga apa maksudnya.
”Rin, busyet dah, kuliahnya Pak Basuki nggak pernah ngerti neh aku.. Parah!!”
”Ya samalah, cha. Salah sendiri cepet banget kalo jelasin, emang kita mesin apa ya, bisa mencerna secara otomatis.”
”Betul.. Mending gossip aja yukk..”
“Oke..oke..”
Gossip, gossip dan gossip. Adalah sarapan pagi para anak-anak gerombolan telo ini. Ada aja topiknya terus yang paling aneh, topiknya itu nggak penting banget. Hahaha. Ternyata masih mending emak-emak gosipin telenopela kalo nggak gitu sinetron-sinetron lebai. Hah, makanan empuk dah. Ckckck.
Icha ini termasuk mahasiswa yang salah jalur. Niat milih sasindo (sastra Indonesia) tapi malah mata kuliahnya nggak ada yang nyambung sama otaknya. Bukan gimana-gimana, banyak dosen yang auranya nggak enak, jadi buat Icha mencerna pelajaran pun masih setengah-setengah. Huhu.
Ada MK Antropologi, udah dosennya galak, judes, nggak suka ketawa mana pelajarannya sulit-sulit banget. Huuhh, sungguh menyebalkan!! Tiap Icha masuk kelas ini, bawaanya ngantuk karena serasa dengar dongeng sebelum tidur. Huff. Masih asyik kalo suaranya kenceng dan lantang, dosen yang satu ini hampir tak bersuara, kayak ngomong sama dirinya sendiri. Sabar, modal menghadapi MK Antropologi.
MK PLU (Pengantar Linguistik Umum) itu yang sekiranya bikin Icha nggak betah dalam kelas. Dosennya aneh bin ajaib banget. Pelajarannya campur-campur kaya es campur. Masih mending es campur enak, lha pelajaran ini, nggak ada enak-enaknya, bikin muntah iya. Huuhu. Soalnya banyak materi yang pake bahasa inggris. Ini yang buat Icha heran, sebenernya Icha itu sastra Indonesia apa sastra Inggris seh?? Tiap saat bergelut dengan bahasa Inggris lagi, padahal pengen menghindari pelajaran itu. Huhu. Pasrah saja, mungkin nasib Icha emang di sastra Indonesia ini.
Ternyata bukan MK-nya aja yang buat muntah tapi tugas-tugasnya juga. Gokil.. Makanan apa ini?? Icha geram lihat tugas-tugas yang menumpuk nggak karuan di atas meja belajarnya itu. Sebenernya Icha itu paham dengan tugas itu, yang buat males tetep dosennya itu. Nggak kira-kira kalo ngasih tugas. Mungkin Icha kaget, peningkatan drastis, dari SMA yang mungkin tugas cuma selembar kertas buku tulis tapi waktu kuliah tugas menjadi selembar atau bisa lebih kertas folio. Hoho. Tak apa, yang penting selama kuliah itu, rajin absensi, rajin ngerjain tugas dan nggak neko-neko. Mengalir kayak air gitulah. Ckckck.
3. 4 ALIEN BIKIN DARAH TINGGI
Mikir tugas udah buat nafsu makan Icha berkurang apalagi ditambah dengan kelakuan temen kost yang membuat darah tinggi. Mereka berempat berasal dari luar kota. Yang dua ekor berasal dari kota yang sama dengan Icha. Yang dua lagi dari ibu kota. Wah, ada-ada saja kelakuan mereka yang membuat hati Icha jengkel. Dua alien, sebut saja I dan E. Keduanya sangat cinta dengan kekotoran, sampai-sampai sampah berserakan pun tetap dibiarkan. Nggak mikir kalo sampah itu bisa menjadi penyakit. Apalagi kalo waktu nyuci piring atau kalo nggak gitu waktu mandi, bener-bener dah joroknya keluar semua. Wah, sampai-sampai Icha sulit buat mengungkapkan begaimana kelakuan I dan E di kost. Dandannya aja yang diperhatiin tapi ternyata mereka nggak perhatiin kebersihan sekitarnya dan hatinya. Udah nggak jujur, nggak bertanggung jawab, sok lagi. Wah, bukan tipe Icha banget.
Beda cerita dengan dua alien yang dari ibu kota itu. Inisial D dan A. Nggak mau nyapa orang sedikit pun cewek berinisial D itu. Sok tahu banget orangnya dan nggak punya sopan santun. Contohnya, waktu adzan maghrib, Dia menghidupkan tipi keras-keras, suara adzan aja kalah sam Dia. Parah! Dan si D ini nggak mau merasakan kesusahan. Dia Cuma pengen enaknya aja. Temen udah nggak kayak temen lagi, tapi malah jadi kayak babu. Dasar alien..!!
Icha mah santai-santai aja, selama empat alien itu nggak nyenggol Icha. Tapi kalo mereka maen belakang, Icha akan siap siaga dengan peralatan tempurnya. Seperti, golok, cangkul, sabit, gergaji dan sebangsanya benda-benda tajam lainnya dah. Haahaha.
Tidur di kamar yang bersebelahan dengan mereka hanya membuat dosa. Hoho. Salah mereka juga seh, pokoknya 4 alien itu beda daripada yang lain. Turun dari planet Mistunius ercticus kali ya. Hahaha, planet aneh sama dengan penghuninya aneh banget.
Malam ini, Icha dan ketiga temen kost yang beridentitas malaikat, ada Lina, Etik, dan Momo sedang makan di kamarnya Etik. Nggak ada angin, nggak ada petir, tiba-tiba empat alien itu nyanyi-nyanyi nggak jelas yang mayoritas suaranya kayak kaleng susu tanpa isi terus digelindingin. Alias ancur!! Sempat membuat selera makan Icha dkk menurun drastis. Mending dengerin pengamen nyanyi di dalem bus masih ada nada-nadanya, lha mereka?? Datar banget, rata kaya jalan raya. Ckckck. Sabar.. Yang paling buat jengkel sih, nyanyinya pake ketawa-ketiwi lagi. Kalo ketawanya pake tata krama mah nggak masalah, yang ini nggak, ada yang bersuara seperti kuda, ayam, bebek dkk sekebun binatang dah..
Icha dkk mulai geram dengan tingkah laku mereka yang semakin hari semakin buat kost gerah. Walaupun cuaca dingin, tetep aja panas dengan hadirnya alien-alien yang bisa dibilang kewarasannya berkurang. Oh, My God!! Terselip niat untuk ngerjain mereka. Kali ini Icha tidak turun tangan, tapi diwakilkan kepada kepada Lina yang ahli dalam meracik bumbu dalam hal iseng. Hahaha. Waktu yang tepat!! Saat itu Lina sedang membersihkan got kamar mandinya dengan sapu ijuk. Melihat motor-motor mereka terparkir di garasi dan terlihat bersih, Lina langsung melancarkan aksinya, sapu ijuk tadi dioles-oleskan di jok motor alien itu. Hahaha, tahu rasa dah lu...
Pagi harinya, alien dari ibu kota yang punya motor automatic berwarna merah itu langsung teriak-teriak, kaya orang kemalingan uang semilyar aja. Lebaii..
”Huuuuuaaa, motor gue!!! Kotor napa neh??”, kata D sambil ngomel-ngomel.
Icha dkk yang mendengar dari kamar masing-masing cuma bisa ketawa ngakak. Salah sendiri jadi orang songong banget. Hohoho.
4. PACAR IMPIAN ICHA
Siang yang terik menghampiri kampus sastra. Wah, nggak banget. Icha yang baru saja keluar kelas setelah mengikuti kuis berwajah kusut. Ngantuk, laper dan males. Lagi-lagi penyakit. Hehehe. Sebelum balik ke kost, Icha and the gank cabut ke hotspot area. Mumpung bawa laptop, internet gratislah. Biasa anak kost. Hoo..
Buka laptop sambil makan siomay 3000an paling enak. Search google, David Villa. Wahhhhh, isinya orang ganteng semua. Ckckck. Kurang lebih pacar impian Icha seperti David Villa gitulah. Pinter maen bolanya. Melihat Villa di google dan diperbesar, membuat Icha ngiler tak berujung. Makhluk Tuhan tercihuy, kata Icha dalam hati.
Pacar impian Icha sangat melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi, hehe. Sekarang ya, mana mungkin Villa mau ma Icha?? Kiamatlah kalo Villa ma Icha jadian. Hahaha. Tak bisa dibayangkan.
Lalu laptop Icha dipake Septy, anggota telo juga. Dengan halaman yang beda, Dia juga search di google tentang Rezky Aditya. Oh, My God!! Pasar dadakan bukalah sudah. Anak-anak pada histeris nggak karuan melihat foto Rezky yang berjejeran. Termasuk Icha juga. Ternyata Icha juga nggak nolak kalo tipe pacarnya kayak Rezky. Huhu. Banyak amat seh tipe pacarnya. Jangan-jangan tukang siomay depan kantin kampus juga tipe Icha lagi. Wah, gaswat ini!!
”Udah napa, jangan buka cowok-cowokku.. Ntar kalian ngiri kan Aku ngrasa bersalah juga. Hahaha...”, kata Icha.
”Cowok kamu, cha?? Subhanallah, apa jadinya dunia ini kalo mereka jadi pacarmu?? Dasar...”, kata Septy.
”Hahaha, mimpi dikit nggak apa-apa kalee...”, sahut Icha sewot.
Sampai petir dan hujan turun hal yang mereka ributkan masih sama, debat tentang cowok-cowok impian Icha. Wah, pada nggak mikir kali ya kalo cowok-cowok itu adanya cuma di khayalan tingkat tinggi mereka. Ckckck, bangun non...
5. SEGEROMBOL MAHASISWA AUTIS
Telo. Dalam bahasa Indonesia-nya adalah ketela. Tapi definisi dari anak-anak beda telo itu adalah telat loading. Akronim yang aneh. Sembilan mahasiswa yang demen ngrumpi, kongkow-kongkow bareng dan gila-gilaan bareng.
Setelah kuliah sejarah sastra, mereka berencana pergi ke mall. Hilangin penat yang ada dan antisipasi sebelum otak meledak. Hoho. Dengan naik motor mereka pergi ke salah satu mall yang terkenal.
Sesampainya disana, pasar dadakan kembali buka dengan gratisnya. Celotehan-celotehan yang nggak bermutu keluar dari mulut mereka. Yang ribet masalah helmlah, ribet yang mau pake sisir, sampe ribet karena bingung mau ngutang duit. Ini masih di tempat parkir, belum kalo di dalam mall-nya. Reputasi langsung hancur lebur pastinya. Setelah keribetan di tempat parkir sirna, mereka langsung masuk dan sambil memperlihatkan keributan-keributan kecil yang membuat pandangan orang tertuju ke gerombolan telo. Wahh, parah!! Mereka memperlihatkan kelakuan-kelakuan anehnya. Yang pura-pura jadi orang desalah yang heran lihat mall yang besar, ada yang ngejek-ngejeklah. Hebohnya mungkin ngalahin anak TK maen drum band. Hehehe. ”Kami anak telo tapi berotak briliant”, itu motto anak-anak telo.
Setelah berkelana ke mall tanpa membeli apa-apa, anak-anak telo transit ke pelabuhan kost Icha. Seperti biasanya, suasana kapal pecah akan hadir setelah anak-anak pergi meninggalkan kost. Kasur berantakan, guling dan bantal udah keluar dari bajunya, rambut-rambut rontok berserakan dengan indahnya di lantai dan masih banyak hal-hal yang mereka lakukan tanpa dosa di kost Icha. Maen game house dan nonton film-film action luar negeri yang aneh itu yang mereka lakukan. Jarang-jarang ngerjain tugas kelompok bareng, yang ada malah gossip lagi. Tambah dosa mulu dah mereka.
* * *
Jam pertama kuliah agama kosong!! Gerombolan Icha dkk langsung melangkah tanpa ragu-ragu ke hotspot area. Ngapain lagi kalo nggak internetan gratis, lagi-lagi laptop Icha jadi korban. Buka pesbuk upload foto. Haha. Upload foto itu makanan wajib anak-anak. Tiada hari tanpa foto. Every where, every time narsis harus jalan terus pantang mundur. Sampai-sampai foto-foto nggak jelas mereka menyebar sampe penjuru nusantara. Keren.. Hahaha.
Mereka emang autis dan agak sakit jiwa raga. Tapi persahabatan mereka tak ada duanya. Tetap solid hingga akhir zaman. Ciee.. Hidup telo!!
6. SAKIT JIWA
Hari ini Icha ada rencana untuk jalan ke mall sambil hotspotan gratis. Biasalah anak kost. Terbesit ide buat naik bus sekali-kali biar agak menantang gitu. Icha pergi dengan Lina.
”Wah, berdoa dulu ne lin, kagak pernah naek bus gue..”, kata Icha.
”Sama tau... Ntar kalo emang kita nyasar, telepon kantor polisi terdekat aja, cha..”
”Okelah. Ya Allah, lindungi hamba-Mu ini.. Huuuuahuaa..”
Dengan perasaan campur aduk kaya sampah, mereka berdua mencoba memberanikan diri naik bus. Diselimuti banyak rasa. Ada rasa nanas, jeruk dan apel. Haha. Soalnya mereka nggak tahu menahu tentang daerah baru di tempat mereka kuliah.
30 menit kemudian, bus tak kunjung tiba di mall yang dimaksud. Wah, perasaan udah mulai nggak enak. Feeling pun juga memberi kode seperti itu. Parah!! Nyampek mana mereka sekarang ini?? Icha mencoba bertanya pada kondektur yang waktu itu melintas di tempat duduk mereka.
”Pak, mall-nya mana?? Kita turun mall, nggak lupa kan??”, kata Icha gugup.
”Wah, ini sudah kelewat jauh dek sama mall-nya. Bapak lupa, bapak kira di mall yang satunya. Aduh.. gimana ya??”
Huuuffpp.. Jantung mereka terhenti sejenak. Udah nggak lucu ini. Nyasar beneran kan sekarang. Terus pulangnya kayak gimana ntar?? Wajah Icha dan Lina udah jelek banget dan kusut.
”Haduh, gimana ne lin???”, Tanya Icha panik.
”Lu sih, aneh-aneh aja, pake minta naek bus segala.. Jadi kayak gini kan?? Ya udah, kita turun di sini aja. Tahu deh ntar naek apa ntar. Yang pasti, kita harus turun biar nggak semakin jauh kita nyasarnya.. Gila...!!”
Kemudian Icha dengan lantang mengatakan, ”Stooooooppppp....!!!!”.
Semua penumpang mengalihkan pandangannya kepada Icha dan Lina yang waktu itu berekspresi seperti nggak punya dosa.
”Cha, lu gila apa ya?? Kenceng banget lu teriaknya. Orang-orang pada liat kita ne..”
”Ahh, bodo’ lin. Yang terpenting kita turun titik!!”
Tanpa memperdulikan keadaan sekitar, mereka langsung turun dengan berwajah linglung. Mau jalan kemana lagi coba??
Mereka telusuri sepanjang jalan. Tiba-tiba hujan deras mengguyur mereka berdua.
”Yah, sial banget gue!! Udah mall-nya nggak dapet, ujan deres banget, duit tinggal seiiprit, nggak tahu jalan juga ne.. Wah, parah!! Mimpi apa gue semalem???”, kata Icha agak sedikit sensi.
”Makanya, kalo emang nggak tahu jalan bus lewat, ya nggak usah belagu pake naek bus. Gue jadi kena sialnya juga tuh neng.. Anjriitt!!!”, kata Lina sewot.
”Laperrrrr.... Tugas gue numpuk ini. Pulang kapan kita, lin??”
”Bulan depan!! Ya sekaranglah, cha!! Nunggu ujan reda dulu..”
Icha cuma mengangguk, pasrah. Sambil tengak-tengok keadaan sekitar, Icha menemukan warung makan. Udah nggak tahan kayaknya mereka, dari pulang kuliah tadi belum makan apapun. Kecuali makan ati. Hehehe.
”Lin, makan yukk.. Ada warung tuh.. Kagak tahan gue, dari siang belum makan, maag gue kambuh neh!!”
”Duit lu masih kagak?? Lihat dulu tuh kantong..”
”Ada sih, Rp 10.000 doank neh, ini aja buat pulang... Gue punya akal, kita sementara jadi tukang cuci piringnya aja, lumayan makan gratis kita.. Hahaha, ayo!!”
”Hahhh?? Apah?? Lu serius???”
”Ya iyalah... Serius banget.. Buruan gue laper neh, keburu pingsan.”
Tanpa pikir panjang, ditariknya tangan Lina menuju warung yang terletak di seberang jalan itu dengan keadaan masih hujan deras. Warung yang bernama ” Murah ” itu dijaga oleh seorang ibu-ibu paruh baya dengan seorang anak laki-lakinya yang sekitar berumur 15 tahun. Saat itu warung itu tengah ramai, hampir-hampir ibu penjualnya nggak kelihatan. Ini kesempatan bagus buat Icha dan Lina. Kemudian Icha menemui ibu penjual itu dari samping warung itu dengan tampang tak punya dosa menyerobot pembeli lain.
”Bu, bu.. Kita mau jadi tukang cuci piring disini, tapi imbalannya, kita minta makan 2 piring ya, maklum bu, anak kost, hehehe..”, rengek Icha.
”Ya udah, cepet bantuin. Warung ibu lagi rame neh..”
”Makasih ya bu.. Siap, pasukan jalan!!”
Dengan segera Icha dan Lina mencuci piring kotor yang penuh sisa-sisa lemak itu. Wah, nggak lucu neh sebenernya, nyuci piring gara-gara kehabisan duit. Hahaha. Bisa-bisa ayam ngetawain mereka. Hari yang penuh dengan kegilaan yang tak terduga.
Akhirnya Icha dan Lina pulang juga. Pukul 21.00 WIB baru tiba di kost tercinta. Naek ojek mana ujan, becek terus duitnya kurang lagi. Hahaha, cukup sudah penderitaan mereka hari ini, udah bikin sakit jiwa dan batin. Pulang-pulang nggak dapet seneng malah apes tak berujung. Hufff..
7. AKHIR CERITA ”GILA”
Dimana pun Icha berada keanehan dan kegilaan tercipta. Apalagi ditambah orangnya juga gila stadium akhir. Tapi apa pun dan bagaimana pun Icha, Dia hanyalah seorang manusia yang mempunyai kekurangan dan kelebihan.
Icha punya satu tujuan, dimana pun itu harus selalu buat ketawa orang adalah suatu ibadah. Daripada membuat orang terluka, sedih dan kecewa.
Icha juga akan tetap menjadi Icha apa adanya. Tetep muntah kalo lihat materi kuliah, tetep bikin keanehan yang tak terduga dsb. Yang tak akan pernah hilang dari Icha itu, Dia akan tetap gila selama keadaan membuatnya gila. Hahaha.
Icha adalah seorang cewek berumur 18 tahun. Dia seorang mahasiswa aktif. Saking aktifnya, kegiatan apapun Dia ikuti. Dari teater, Marching Band, perkumpulan mahasiswa dan masih banyak lagi yang lainnya. Udah kaya orang gila kalo kecapekan gara-gara ikut kegiatan yang bikin penyakit capek itu kambuh. Hoho.
Dia sekarang kuliah di jurusan Sastra Indonesia semester satu di salah satu Universitas di daerah Jawa Tengah. Nggak tahu kenapa masuk Sastra Indonesia, kesasar iya, kepengen sih mungkin 50% doank, yang paling penting jiwanya dapet disini, Sastra!! Icha itu seorang anak kost yang demen banget browsing internet, biasa anak muda sekarang kan kalo nggak punya pesbuk belum gaul gitulah.
Icha anak ketiga dari tiga bersaudara. Udah paling bontotlah, paling cerewet, paling aneh di keluarga. Beda sama kakaknya. Paling berambisi dan penyemangat gitu. Icha doyan banget ngupil, kalo uda ngupil, aktivitas yang lain mungkin akan dibuang begitu saja. Ngupil itu indah. (Haah, serius??) Ada lagi yang paling Icha nggak lupain. Bersihin komedo!! Entah itu komedonya sendiri kek, punya temen satu kost kek atau punya tetangga, nggak peduli, yang penting basmi komedo sampai ke sarangnya!! Hahaha, kejam tapi mengasyikan.
Hobinya adalah menulis, itu yang utama. Menulis apapun, dimana pun dan kapan pun. Sampai-sampai buku pelajaran penuh dengan puisi-puisi aneh dan nggak nyambungnya. Yang penting menulis. Tapi Icha kalo lagi nulis cerpen nggak asal-asalan tapi penuh perasaan dan dijamin hasil tak mengecewakan, hehehe.. (insya allah). Hobi lainnya yaitu nonton film yang bertema unik. Bosen kalo horor, rasanya film kok genre horor mulu. Nakut-nakutin aja. Hiii.. Plus pembodohan masyarakat pribumi. Dan browsing internet itu yang nggak boleh lupa, update status pesbuk sama nge-wall yang pasti.. (Hahaha)
Meskipun Icha aneh, tapi Dia juga punya seabrek cita-cita. Jadi seorang yang berguna bagi nusa dan bangsa dengan ekisist di dunia jurnalistik. Entah bagaimana caranya, berdoa dan punya niat itu yang selalu menjadi pegangannya. Mempunyai sekolah sastra. Dan keinginanya yang belum kesampaian hingga sekarang adalah ketemu dengan lelaki pujaannya, lelaki impiannya. DAVID VILLA. Satu nama pemain sepak bola ini telah membuatnya jatuh bangun nggak karuan, udah kayak orang gila. Dianya dimana, David Villanya dimana. Hoho. Just Dream lah... Tapi buatnya paling asyik itu lihat olahraga sepak bola kemana-mana.
2. KULIAH ASYIK TAPI BIKIN MUNTAH
Pagi yang sedikit mendung. Icha masih dengan keadaan setengah sadar soalnya nyawanya belum ngumpul 100% membuka matanya pelan-pelan dan melihat ke jam di handphone SE-nya. Dan ternyata udah pukul 06.45. Wah, jam pertama kuliah dosennya disiplin banget neh, nggak lucu donk telat, bisa-bisa dicoret dari absensi neh. (Lebaii dah kalo sampe kaya gitu.. Hehe.) Langsung cabut ke kamar mandi, mandi bebek gitu, nggak pake lama pokoknya terus pake bedak dkk lah, biar kelihatan kalo tadi abis mandi. Hehe. Tanpa sempat mikir sarapan apa, langsung capcus ke kampus ma temen sekostnya yang jurusannya sama. Dengan naik motor berkecepatan 50-60 km/jam icha pergi ke kampus yang kira-kira 2 kilometer dari kost dan temennya cuma bisa berdoa agar selamat sampai tujuan. Huff. Setibanya di kampus Fakultas Sastra, tepatnya di tempat parkir depan gedung I, Icha dan temennya lari pagi gratis karena mengejar waktu dosen dengan mata kuliah fonologi itu menuju ke lantai dua gedung I. Napas mau putus, dada sesak, eee, ternyata kelas belum dibuka dan dosen pun belum datang.
”Ahhhrrggggggg, sial!!”, kata Icha.
Wah lumayan olahraga gratis, tapi cukup buat hati Icha dongkol karena belum sempat sarapan padahal Dia punya penyakit maag. Ckckck.
Masuk kelas dengan MK (Mata Kuliah) fonologi, Icha Cuma bisa denger dosen itu sambil utak-atik handphone, biasa buka opera mini dan langsung update status lah... Dan sambil sesekali ngobrol dengan Rini temen kuliahnya yang kebetulan punya segerombolan yang bernama ”telo”. Nggak ngerti juga apa maksudnya.
”Rin, busyet dah, kuliahnya Pak Basuki nggak pernah ngerti neh aku.. Parah!!”
”Ya samalah, cha. Salah sendiri cepet banget kalo jelasin, emang kita mesin apa ya, bisa mencerna secara otomatis.”
”Betul.. Mending gossip aja yukk..”
“Oke..oke..”
Gossip, gossip dan gossip. Adalah sarapan pagi para anak-anak gerombolan telo ini. Ada aja topiknya terus yang paling aneh, topiknya itu nggak penting banget. Hahaha. Ternyata masih mending emak-emak gosipin telenopela kalo nggak gitu sinetron-sinetron lebai. Hah, makanan empuk dah. Ckckck.
Icha ini termasuk mahasiswa yang salah jalur. Niat milih sasindo (sastra Indonesia) tapi malah mata kuliahnya nggak ada yang nyambung sama otaknya. Bukan gimana-gimana, banyak dosen yang auranya nggak enak, jadi buat Icha mencerna pelajaran pun masih setengah-setengah. Huhu.
Ada MK Antropologi, udah dosennya galak, judes, nggak suka ketawa mana pelajarannya sulit-sulit banget. Huuhh, sungguh menyebalkan!! Tiap Icha masuk kelas ini, bawaanya ngantuk karena serasa dengar dongeng sebelum tidur. Huff. Masih asyik kalo suaranya kenceng dan lantang, dosen yang satu ini hampir tak bersuara, kayak ngomong sama dirinya sendiri. Sabar, modal menghadapi MK Antropologi.
MK PLU (Pengantar Linguistik Umum) itu yang sekiranya bikin Icha nggak betah dalam kelas. Dosennya aneh bin ajaib banget. Pelajarannya campur-campur kaya es campur. Masih mending es campur enak, lha pelajaran ini, nggak ada enak-enaknya, bikin muntah iya. Huuhu. Soalnya banyak materi yang pake bahasa inggris. Ini yang buat Icha heran, sebenernya Icha itu sastra Indonesia apa sastra Inggris seh?? Tiap saat bergelut dengan bahasa Inggris lagi, padahal pengen menghindari pelajaran itu. Huhu. Pasrah saja, mungkin nasib Icha emang di sastra Indonesia ini.
Ternyata bukan MK-nya aja yang buat muntah tapi tugas-tugasnya juga. Gokil.. Makanan apa ini?? Icha geram lihat tugas-tugas yang menumpuk nggak karuan di atas meja belajarnya itu. Sebenernya Icha itu paham dengan tugas itu, yang buat males tetep dosennya itu. Nggak kira-kira kalo ngasih tugas. Mungkin Icha kaget, peningkatan drastis, dari SMA yang mungkin tugas cuma selembar kertas buku tulis tapi waktu kuliah tugas menjadi selembar atau bisa lebih kertas folio. Hoho. Tak apa, yang penting selama kuliah itu, rajin absensi, rajin ngerjain tugas dan nggak neko-neko. Mengalir kayak air gitulah. Ckckck.
3. 4 ALIEN BIKIN DARAH TINGGI
Mikir tugas udah buat nafsu makan Icha berkurang apalagi ditambah dengan kelakuan temen kost yang membuat darah tinggi. Mereka berempat berasal dari luar kota. Yang dua ekor berasal dari kota yang sama dengan Icha. Yang dua lagi dari ibu kota. Wah, ada-ada saja kelakuan mereka yang membuat hati Icha jengkel. Dua alien, sebut saja I dan E. Keduanya sangat cinta dengan kekotoran, sampai-sampai sampah berserakan pun tetap dibiarkan. Nggak mikir kalo sampah itu bisa menjadi penyakit. Apalagi kalo waktu nyuci piring atau kalo nggak gitu waktu mandi, bener-bener dah joroknya keluar semua. Wah, sampai-sampai Icha sulit buat mengungkapkan begaimana kelakuan I dan E di kost. Dandannya aja yang diperhatiin tapi ternyata mereka nggak perhatiin kebersihan sekitarnya dan hatinya. Udah nggak jujur, nggak bertanggung jawab, sok lagi. Wah, bukan tipe Icha banget.
Beda cerita dengan dua alien yang dari ibu kota itu. Inisial D dan A. Nggak mau nyapa orang sedikit pun cewek berinisial D itu. Sok tahu banget orangnya dan nggak punya sopan santun. Contohnya, waktu adzan maghrib, Dia menghidupkan tipi keras-keras, suara adzan aja kalah sam Dia. Parah! Dan si D ini nggak mau merasakan kesusahan. Dia Cuma pengen enaknya aja. Temen udah nggak kayak temen lagi, tapi malah jadi kayak babu. Dasar alien..!!
Icha mah santai-santai aja, selama empat alien itu nggak nyenggol Icha. Tapi kalo mereka maen belakang, Icha akan siap siaga dengan peralatan tempurnya. Seperti, golok, cangkul, sabit, gergaji dan sebangsanya benda-benda tajam lainnya dah. Haahaha.
Tidur di kamar yang bersebelahan dengan mereka hanya membuat dosa. Hoho. Salah mereka juga seh, pokoknya 4 alien itu beda daripada yang lain. Turun dari planet Mistunius ercticus kali ya. Hahaha, planet aneh sama dengan penghuninya aneh banget.
Malam ini, Icha dan ketiga temen kost yang beridentitas malaikat, ada Lina, Etik, dan Momo sedang makan di kamarnya Etik. Nggak ada angin, nggak ada petir, tiba-tiba empat alien itu nyanyi-nyanyi nggak jelas yang mayoritas suaranya kayak kaleng susu tanpa isi terus digelindingin. Alias ancur!! Sempat membuat selera makan Icha dkk menurun drastis. Mending dengerin pengamen nyanyi di dalem bus masih ada nada-nadanya, lha mereka?? Datar banget, rata kaya jalan raya. Ckckck. Sabar.. Yang paling buat jengkel sih, nyanyinya pake ketawa-ketiwi lagi. Kalo ketawanya pake tata krama mah nggak masalah, yang ini nggak, ada yang bersuara seperti kuda, ayam, bebek dkk sekebun binatang dah..
Icha dkk mulai geram dengan tingkah laku mereka yang semakin hari semakin buat kost gerah. Walaupun cuaca dingin, tetep aja panas dengan hadirnya alien-alien yang bisa dibilang kewarasannya berkurang. Oh, My God!! Terselip niat untuk ngerjain mereka. Kali ini Icha tidak turun tangan, tapi diwakilkan kepada kepada Lina yang ahli dalam meracik bumbu dalam hal iseng. Hahaha. Waktu yang tepat!! Saat itu Lina sedang membersihkan got kamar mandinya dengan sapu ijuk. Melihat motor-motor mereka terparkir di garasi dan terlihat bersih, Lina langsung melancarkan aksinya, sapu ijuk tadi dioles-oleskan di jok motor alien itu. Hahaha, tahu rasa dah lu...
Pagi harinya, alien dari ibu kota yang punya motor automatic berwarna merah itu langsung teriak-teriak, kaya orang kemalingan uang semilyar aja. Lebaii..
”Huuuuuaaa, motor gue!!! Kotor napa neh??”, kata D sambil ngomel-ngomel.
Icha dkk yang mendengar dari kamar masing-masing cuma bisa ketawa ngakak. Salah sendiri jadi orang songong banget. Hohoho.
4. PACAR IMPIAN ICHA
Siang yang terik menghampiri kampus sastra. Wah, nggak banget. Icha yang baru saja keluar kelas setelah mengikuti kuis berwajah kusut. Ngantuk, laper dan males. Lagi-lagi penyakit. Hehehe. Sebelum balik ke kost, Icha and the gank cabut ke hotspot area. Mumpung bawa laptop, internet gratislah. Biasa anak kost. Hoo..
Buka laptop sambil makan siomay 3000an paling enak. Search google, David Villa. Wahhhhh, isinya orang ganteng semua. Ckckck. Kurang lebih pacar impian Icha seperti David Villa gitulah. Pinter maen bolanya. Melihat Villa di google dan diperbesar, membuat Icha ngiler tak berujung. Makhluk Tuhan tercihuy, kata Icha dalam hati.
Pacar impian Icha sangat melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi, hehe. Sekarang ya, mana mungkin Villa mau ma Icha?? Kiamatlah kalo Villa ma Icha jadian. Hahaha. Tak bisa dibayangkan.
Lalu laptop Icha dipake Septy, anggota telo juga. Dengan halaman yang beda, Dia juga search di google tentang Rezky Aditya. Oh, My God!! Pasar dadakan bukalah sudah. Anak-anak pada histeris nggak karuan melihat foto Rezky yang berjejeran. Termasuk Icha juga. Ternyata Icha juga nggak nolak kalo tipe pacarnya kayak Rezky. Huhu. Banyak amat seh tipe pacarnya. Jangan-jangan tukang siomay depan kantin kampus juga tipe Icha lagi. Wah, gaswat ini!!
”Udah napa, jangan buka cowok-cowokku.. Ntar kalian ngiri kan Aku ngrasa bersalah juga. Hahaha...”, kata Icha.
”Cowok kamu, cha?? Subhanallah, apa jadinya dunia ini kalo mereka jadi pacarmu?? Dasar...”, kata Septy.
”Hahaha, mimpi dikit nggak apa-apa kalee...”, sahut Icha sewot.
Sampai petir dan hujan turun hal yang mereka ributkan masih sama, debat tentang cowok-cowok impian Icha. Wah, pada nggak mikir kali ya kalo cowok-cowok itu adanya cuma di khayalan tingkat tinggi mereka. Ckckck, bangun non...
5. SEGEROMBOL MAHASISWA AUTIS
Telo. Dalam bahasa Indonesia-nya adalah ketela. Tapi definisi dari anak-anak beda telo itu adalah telat loading. Akronim yang aneh. Sembilan mahasiswa yang demen ngrumpi, kongkow-kongkow bareng dan gila-gilaan bareng.
Setelah kuliah sejarah sastra, mereka berencana pergi ke mall. Hilangin penat yang ada dan antisipasi sebelum otak meledak. Hoho. Dengan naik motor mereka pergi ke salah satu mall yang terkenal.
Sesampainya disana, pasar dadakan kembali buka dengan gratisnya. Celotehan-celotehan yang nggak bermutu keluar dari mulut mereka. Yang ribet masalah helmlah, ribet yang mau pake sisir, sampe ribet karena bingung mau ngutang duit. Ini masih di tempat parkir, belum kalo di dalam mall-nya. Reputasi langsung hancur lebur pastinya. Setelah keribetan di tempat parkir sirna, mereka langsung masuk dan sambil memperlihatkan keributan-keributan kecil yang membuat pandangan orang tertuju ke gerombolan telo. Wahh, parah!! Mereka memperlihatkan kelakuan-kelakuan anehnya. Yang pura-pura jadi orang desalah yang heran lihat mall yang besar, ada yang ngejek-ngejeklah. Hebohnya mungkin ngalahin anak TK maen drum band. Hehehe. ”Kami anak telo tapi berotak briliant”, itu motto anak-anak telo.
Setelah berkelana ke mall tanpa membeli apa-apa, anak-anak telo transit ke pelabuhan kost Icha. Seperti biasanya, suasana kapal pecah akan hadir setelah anak-anak pergi meninggalkan kost. Kasur berantakan, guling dan bantal udah keluar dari bajunya, rambut-rambut rontok berserakan dengan indahnya di lantai dan masih banyak hal-hal yang mereka lakukan tanpa dosa di kost Icha. Maen game house dan nonton film-film action luar negeri yang aneh itu yang mereka lakukan. Jarang-jarang ngerjain tugas kelompok bareng, yang ada malah gossip lagi. Tambah dosa mulu dah mereka.
* * *
Jam pertama kuliah agama kosong!! Gerombolan Icha dkk langsung melangkah tanpa ragu-ragu ke hotspot area. Ngapain lagi kalo nggak internetan gratis, lagi-lagi laptop Icha jadi korban. Buka pesbuk upload foto. Haha. Upload foto itu makanan wajib anak-anak. Tiada hari tanpa foto. Every where, every time narsis harus jalan terus pantang mundur. Sampai-sampai foto-foto nggak jelas mereka menyebar sampe penjuru nusantara. Keren.. Hahaha.
Mereka emang autis dan agak sakit jiwa raga. Tapi persahabatan mereka tak ada duanya. Tetap solid hingga akhir zaman. Ciee.. Hidup telo!!
6. SAKIT JIWA
Hari ini Icha ada rencana untuk jalan ke mall sambil hotspotan gratis. Biasalah anak kost. Terbesit ide buat naik bus sekali-kali biar agak menantang gitu. Icha pergi dengan Lina.
”Wah, berdoa dulu ne lin, kagak pernah naek bus gue..”, kata Icha.
”Sama tau... Ntar kalo emang kita nyasar, telepon kantor polisi terdekat aja, cha..”
”Okelah. Ya Allah, lindungi hamba-Mu ini.. Huuuuahuaa..”
Dengan perasaan campur aduk kaya sampah, mereka berdua mencoba memberanikan diri naik bus. Diselimuti banyak rasa. Ada rasa nanas, jeruk dan apel. Haha. Soalnya mereka nggak tahu menahu tentang daerah baru di tempat mereka kuliah.
30 menit kemudian, bus tak kunjung tiba di mall yang dimaksud. Wah, perasaan udah mulai nggak enak. Feeling pun juga memberi kode seperti itu. Parah!! Nyampek mana mereka sekarang ini?? Icha mencoba bertanya pada kondektur yang waktu itu melintas di tempat duduk mereka.
”Pak, mall-nya mana?? Kita turun mall, nggak lupa kan??”, kata Icha gugup.
”Wah, ini sudah kelewat jauh dek sama mall-nya. Bapak lupa, bapak kira di mall yang satunya. Aduh.. gimana ya??”
Huuuffpp.. Jantung mereka terhenti sejenak. Udah nggak lucu ini. Nyasar beneran kan sekarang. Terus pulangnya kayak gimana ntar?? Wajah Icha dan Lina udah jelek banget dan kusut.
”Haduh, gimana ne lin???”, Tanya Icha panik.
”Lu sih, aneh-aneh aja, pake minta naek bus segala.. Jadi kayak gini kan?? Ya udah, kita turun di sini aja. Tahu deh ntar naek apa ntar. Yang pasti, kita harus turun biar nggak semakin jauh kita nyasarnya.. Gila...!!”
Kemudian Icha dengan lantang mengatakan, ”Stooooooppppp....!!!!”.
Semua penumpang mengalihkan pandangannya kepada Icha dan Lina yang waktu itu berekspresi seperti nggak punya dosa.
”Cha, lu gila apa ya?? Kenceng banget lu teriaknya. Orang-orang pada liat kita ne..”
”Ahh, bodo’ lin. Yang terpenting kita turun titik!!”
Tanpa memperdulikan keadaan sekitar, mereka langsung turun dengan berwajah linglung. Mau jalan kemana lagi coba??
Mereka telusuri sepanjang jalan. Tiba-tiba hujan deras mengguyur mereka berdua.
”Yah, sial banget gue!! Udah mall-nya nggak dapet, ujan deres banget, duit tinggal seiiprit, nggak tahu jalan juga ne.. Wah, parah!! Mimpi apa gue semalem???”, kata Icha agak sedikit sensi.
”Makanya, kalo emang nggak tahu jalan bus lewat, ya nggak usah belagu pake naek bus. Gue jadi kena sialnya juga tuh neng.. Anjriitt!!!”, kata Lina sewot.
”Laperrrrr.... Tugas gue numpuk ini. Pulang kapan kita, lin??”
”Bulan depan!! Ya sekaranglah, cha!! Nunggu ujan reda dulu..”
Icha cuma mengangguk, pasrah. Sambil tengak-tengok keadaan sekitar, Icha menemukan warung makan. Udah nggak tahan kayaknya mereka, dari pulang kuliah tadi belum makan apapun. Kecuali makan ati. Hehehe.
”Lin, makan yukk.. Ada warung tuh.. Kagak tahan gue, dari siang belum makan, maag gue kambuh neh!!”
”Duit lu masih kagak?? Lihat dulu tuh kantong..”
”Ada sih, Rp 10.000 doank neh, ini aja buat pulang... Gue punya akal, kita sementara jadi tukang cuci piringnya aja, lumayan makan gratis kita.. Hahaha, ayo!!”
”Hahhh?? Apah?? Lu serius???”
”Ya iyalah... Serius banget.. Buruan gue laper neh, keburu pingsan.”
Tanpa pikir panjang, ditariknya tangan Lina menuju warung yang terletak di seberang jalan itu dengan keadaan masih hujan deras. Warung yang bernama ” Murah ” itu dijaga oleh seorang ibu-ibu paruh baya dengan seorang anak laki-lakinya yang sekitar berumur 15 tahun. Saat itu warung itu tengah ramai, hampir-hampir ibu penjualnya nggak kelihatan. Ini kesempatan bagus buat Icha dan Lina. Kemudian Icha menemui ibu penjual itu dari samping warung itu dengan tampang tak punya dosa menyerobot pembeli lain.
”Bu, bu.. Kita mau jadi tukang cuci piring disini, tapi imbalannya, kita minta makan 2 piring ya, maklum bu, anak kost, hehehe..”, rengek Icha.
”Ya udah, cepet bantuin. Warung ibu lagi rame neh..”
”Makasih ya bu.. Siap, pasukan jalan!!”
Dengan segera Icha dan Lina mencuci piring kotor yang penuh sisa-sisa lemak itu. Wah, nggak lucu neh sebenernya, nyuci piring gara-gara kehabisan duit. Hahaha. Bisa-bisa ayam ngetawain mereka. Hari yang penuh dengan kegilaan yang tak terduga.
Akhirnya Icha dan Lina pulang juga. Pukul 21.00 WIB baru tiba di kost tercinta. Naek ojek mana ujan, becek terus duitnya kurang lagi. Hahaha, cukup sudah penderitaan mereka hari ini, udah bikin sakit jiwa dan batin. Pulang-pulang nggak dapet seneng malah apes tak berujung. Hufff..
7. AKHIR CERITA ”GILA”
Dimana pun Icha berada keanehan dan kegilaan tercipta. Apalagi ditambah orangnya juga gila stadium akhir. Tapi apa pun dan bagaimana pun Icha, Dia hanyalah seorang manusia yang mempunyai kekurangan dan kelebihan.
Icha punya satu tujuan, dimana pun itu harus selalu buat ketawa orang adalah suatu ibadah. Daripada membuat orang terluka, sedih dan kecewa.
Icha juga akan tetap menjadi Icha apa adanya. Tetep muntah kalo lihat materi kuliah, tetep bikin keanehan yang tak terduga dsb. Yang tak akan pernah hilang dari Icha itu, Dia akan tetap gila selama keadaan membuatnya gila. Hahaha.
